Meninggalnya Ainun di tahun 2010 menginspirasi Bapak B.J Habibie untuk merampungkan buku tentang kisah cinta abadinya, Habibie dan Ainun. Tercetusnya ide pembuatan Opera Ainun ini tak lain juga atas permintaan Habibie. Beliau berharap, selain dalam bentuk buku dan film, belahan jiwa mantan presiden RI tersebut dapat ditampilkan dalam wujud opera. 

Kisah Ainun juga akan diangkat lebih dalam, mulai dari kehidupannya sejak SMA hingga pertemuannya dengan Habibie. Kemudian menikah, ke Jerman, kembali lagi ke Indonesia, hingga sakit dan meninggalnya.

Menurut Purwa Tjaraka, Opera Ainun adalah terobosan yang cukup berani untuk memilih bentuk opera sebagai pertunjukan karena klasik di Indonesia tidak sebanyak diminati seperti pop. Kita ingin melakukan juga apa yang diminta oleh Pak Habibie, yaitu mengangkat dan mengenalkan budaya Indonesia dengan pendekatan berbeda dalam format yang dikenal dunia. Menariknya adalah kita memberikan suguhan musik, nyanyian dan dibungkus dengan satu cerita dimana orang bisa mengerti alurnya.